Kamis, 03 November 2011

cherry belle

Cherry Belle - Pada jumpa artis kali ini info mengenai biodata cherry belle lengkap dengan foto serta biodata mereka akan dapat pembaca temukan disini. Semuanya mungkin sudah tahu bukan dengan Cherry Belle. Walau mereka adalah pendatang baru di dunia musik tanah air, namun nama Cherry Belle sekarang sudah banyak diketahui dan dikenal oleh para penikmat musik tanah air. Baiklah, jika ingin mengetahui selengkapnya mengenai foto dan profil mereka baca sampai habis ya artikel ini.

Biodata Cherly - ChiBi

Nama Lengkap : Cherly Yuliana Aggraini
Nama Panggilan : Cherly
TTL : Pekanbaru, 21 Juli 1991
Tinggi : 160cm
Berat : 44kg
Hobby : Singing and dancing
Makanan Fav : Sushi
Angka Fav : Angka Ganjil
Warna Fav : Mejikuhibiniu (semua aja deh)
Tokoh Idola : Doraemon, Chibi Maruko-chan, Mario Bross, Angry Birds, Marsupilami
Spending time : Chitchat dengan orang terdekat, hunting restoran baru, twitter-an, karaoke, guling-gulingan di kasur.

Biodata Angel - ChiBi


Nama Lengkap : Margareth Angelina
Nama Panggilan : Angel
TTL : Jakarta, 5 Oktober 1990
Tinggi : 158cm
Berat : 42kg
Hobby : Dancing
Makanan Fav : Nasi goreng special
Angka Fav : 5
Warna Fav : Pink
Tokoh Idola : Doraemon
Spending time : Nonton film
Biodata Anisa - ChiBi

Nama Lengkap : Anisa Rahma
Nama Panggilan : Anisa
TTL : Bandung, 12 Oktober 1990
Tinggi : 164cm
Berat : 46kg
Hobby : Nyanyi, dance, gambar, melihara kucing, traveling
Makanan Fav : Onde-onde, kepiting, cheese cake, bolu ketan hitam, kebab
Angka Fav : 12, 7, 4
Warna Fav : Merah, pink, ungu
Tokoh Idola : Shinchan, Garfield, Park Bom (2NE1), Yoona (snsd), Taeyang (BIGBANG)
Spending time : Main sama kucing, browsing, nonton dvd, jalan-jalan, makan, nyalon

Biodata Christy - ChiBi

Nama Lengkap : Christy Saura Noela Unu
Nama Panggilan : Christy
TTL : Jakarta, 26 Desember 1990
Tinggi : 156cm
Berat : 40kg
Hobby : Nyanyi dimana aja, kapan aja
Makanan Fav : Bapaooooo
Angka Fav : 8
Warna Fav : Ungu
Tokoh Idola : Anne Hateway, Princess-princess yang ada di Disney, Barbie
Spending time : Iseng masak, nyoba-nyoba make up trus nyanyi-nyanyi di depan kaca (konser di kamar)

Biodata Devi - ChiBi

Nama Lengkap : Devi Noviaty
Nama Panggilan : Devi
TTL : Bandar Lampung, 25 November 1987
Tinggi : 160cm
Berat : 42kg
Hobby : Nyanyi, travelling
Makanan Fav : Chinese Food, Sea Food
Angka Fav : 8, 9, 25
Warna Fav : Biru, hijau
Tokoh Idola : Mother Theresa
Spending time : Jalan-jalan wisata kuliner, nonton film, hangout bareng teman-teman

Biodata Felly - ChiBi

Nama Lengkap : Yefani Filliang
Nama Panggilan : Felly
TTL : Jakarta, 21 Februari 1991
Tinggi : 156cm
Berat : 40kg (yess, udah turun lagi :p)
Hobby : Dance, nyanyi, jalan-jalan, foto-foto
Makanan Fav : Indomie, Fetuccini, Ayam rica-rica
Angka Fav : 8
Warna Fav : Merah
Tokoh Idola : Spongebob
Spending time : Becanda, jalan-jalan, isengin orang, tidur :p

Biodata Gigi - ChiBi

Nama Lengkap : Brigitta Cynthia
Nama Panggilan : Gigi
TTL : Jakarta, 9 Juli 1993
Tinggi : 158cm
Berat : 42kg
Hobby : Dancing
Makanan Fav : Sushi
Angka Fav : 9
Warna Fav : Semua warna kecuali warna gelap
Tokoh Idola : Spongebob
Spending time : Latihan dance

Biodata Auryn - ChiBi

Nama Lengkap : Jessyca Stefani Auryn
Nama Panggilan : Auryn
TTL : Jakarta, 30 Januari 1993
Tinggi : 165cm
Hobby : Baca komik, maen game
Makanan Fav : French Fries, Fetuccini, Steak, Yoghurt, Papaya
Angka Fav : 9,6
Warna Fav : Black, white
Tokoh Idola : Gaara
Spending time : nge-gym, maen game, baca komik

Biodata Wenda - ChiBi

Nama Lengkap : Sarwendah Tan
Nama Panggilan : Wenda
TTL : Jakarta, 29 Agustus 1989
Tinggi : 165cm
Berat : 41kg
Hobby : Fashion, nail art, akting, masak, dance, nyanyi
Makanan Fav : Makanan pedas & manis
Angka Fav : 27
Warna Fav : Merah
Tokoh Idola : Hello Kitty
Spending time : Shopping, memanjakan & merawat diri, nail art, dengerin lagu

Kamis, 13 Oktober 2011

Puisi


Guru
Guru…
Pengabdianmu sungguh menyentuh
Bersama langkah perjuanganmu
Membasmi orang tak berilmu

Guru…
Engkau sungguh pahlawan bangsa
Bekerja tampa pamrih
Mendidik tunas – tunas rakyat
Menwujudkan  jerih payah rakyat

Guru…
Engkau pahlawan tanpa tanda jasa
Mendidik tanpa lelah
Demi menwujudkan kemerdekaan rakyat dari kebodohan
Dan akhirnya kesuksesan

Kamis, 11 Agustus 2011

Sejarah Batik Indonesia

Sejarah Batik di Indonesia

sejarah batik Indonesia


Sejarah pembatikan di Indonesia berkait erat dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di Tanah Jawa. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerjaan Solo dan Yogyakarta.

Jadi kesenian batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerjaan Majapahit dan terus berkembang kepada kerajaan dan raja-raja berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah perang dunia kesatu habis atau sekitar tahun 1920. Adapun kaitan dengan penyebaran ajaran Islam. Banyak daerah-daerah pusat perbatikan di Jawa adalah daerah-daerah santri dan kemudian Batik menjadi alat perjaungan ekonomi oleh tokoh-tokoh pedangan Muslim melawan perekonomian Belanda.

Kesenian batik adalah kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluaga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing.

Lama-lama kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga kraton, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria. Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri.

Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai tediri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari: pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanahlumpur.

Jaman MajapahitBatik yang telah menjadi kebudayaan di kerajaan Majahit, pat ditelusuri di daerah Mojokerto dan Tulung Agung. Mojoketo adalah daerah yang erat hubungannya dengan kerajaan Majapahit semasa dahulu dan asal nama Majokerto ada hubungannya dengan Majapahit. Kaitannya dengan perkembangan batik asal Majapahit berkembang di Tulung Agung adalah riwayat perkembangan pembatikan didaerah ini, dapat digali dari peninggalan di zaman kerajaan Majapahit. Pada waktu itu daerah Tulungagung yang sebagian terdiri dari rawa-rawa dalam sejarah terkenal dengan nama daerah Bonorowo, yang pada saat bekembangnya Majapahit daerah itu dikuasai oleh seorang yang benama Adipati Kalang, dan tidak mau tunduk kepada kerajaan Majapahit.

Diceritakan bahwa dalam aksi polisionil yang dilancarkan oleh Majapahati, Adipati Kalang tewas dalam pertempuran yang konon dikabarkan disekitar desa yang sekarang bernama Kalangbret. Demikianlah maka petugas-petugas tentara dan keluara kerajaan Majapahit yang menetap dan tinggal diwilayah Bonorowo atau yang sekarang bernama Tulungagung antara lain juga membawa kesenian membuat batik asli.

Indonesia adalah negara kepulauan yang paling luas di seluruh dunia. Terletak di Asia Tenggara dan terdiri atas bermacam-macam pulau, serta jumlahnya lebih dari dua ratus ribu. Luas tanahnya kira-kira lima kali ganda daripada Jepang dan penduduknya lebih dari dua ratus juta orang.

Mengenai teknik celup dan tenun tradisional, kata orang tekniknya juga mencapai sebanyak jumlah pulau atau suku. Motifnya atau warnanya berbeda berdasarkan masing-masing desa. Oleh karena itu, Indonesia adalah negara terkemuka dalam bidang celup dan tenun tradisional.

Selain batik yang sangat disenangi oleh orang Jepang dengan namanya“Jawa Sarasa” , di Indonesia ada teknik celup dan tenun seperti ikat, simbut, tritik, pelangi, pentol, dan lain-lain. Diantaranya, batik, ikat, pelangi, dan tritik (semua itu memang bahasa Indonesia) sudah menjadi kata-kata internasional. Latar belakang yang penginternasionalan kata-kata bahasa Indonesia tersebut berdasarkan hasil usaha peneliti ilmu Antropologi orang Belanda seperti Rouffaer, Jasper, dan sebagainya. Sejak akhir abad ke-19 sampai permulaan abad ke-20, hal itu mulai diperkenalkan oleh Rouffer di Eropa.

Daerah penghasil batik adalah sekitar Sumatera selatan (Palembang dan Jambi), Pulau Jawa, Pulau Madura, dan sebagian Pulau Bali. Di dalam Pulau Jawa, daerah pedalaman (terletak Yogyakarta dan Surakarta), dan daerah pesisir yang diwakili Pekalongan dan Cirebon merupakan dua daerah penghasil batik terbesar.
Tentang sejarah batik, asal usulnya belum terang karena tidak ada data, literatur, dan benda nyata kain-kain. Semua itu sudah menjadi busuk sebab iklim Indonesia adalah iklim tropis yang suhu tinggi dan kelembaban

* Sejarah Batik Pekalongan

Meskipun tidak ada catatan resmi kapan batik mulai dikenal di Pekalongan, namun menurut perkiraan batik sudah ada di Pekalongan sekitar tahun 1800. Bahkan menurut data yang tercatat di Deperindag, motif batik itu ada yang dibuat 1802, seperti motif pohon kecil berupa bahan baju.

Namun perkembangan yang signifikan diperkirakan terjadi setelah perang besar pada tahun 1825-1830 di kerajaan Mataram yang sering disebut dengan perang Diponegoro atau perang Jawa. Dengan terjadinya peperangan ini mendesak keluarga kraton serta para pengikutnya banyak yang meninggalkan daerah kerajaan. Mereka kemudian tersebar ke arah Timur dan Barat. Kemudian di daerah – daerah baru itu para keluarga dan pengikutnya mengembangkan batik.

Ke timur batik Solo dan Yogyakarta menyempurnakan corak batik yang telah ada di Mojokerto serta Tulungagung hingga menyebar ke Gresik, Surabaya dan Madura. Sedang ke arah Barat batik berkembang di Banyumas, Kebumen, Tegal, Cirebon dan Pekalongan. Dengan adanya migrasi ini, maka batik Pekalongan yang telah ada sebelumnya semakin berkembang.

Seiring berjalannya waktu, Batik Pekalongan mengalami perkembangan pesat dibandingkan dengan daerah lain. Di daerah ini batik berkembang di sekitar daerah pantai, yaitu di daerah Pekalongan kota dan daerah Buaran, Pekajangan serta Wonopringgo.

* Batik Pekalongan, antara Masa Lampau dan Kini

BATIK pekalongan menjadi sangat khas karena bertopang sepenuhnya pada ratusan pengusaha kecil, bukan pada segelintir pengusaha bermodal besar. Sejak berpuluh tahun lampau hingga sekarang, sebagian besar proses produksi batik pekalongan dikerjakan di rumah-rumah.

Akibatnya, batik pekalongan menyatu erat dengan kehidupan masyarakat Pekalongan yang kini terbagi dalam dua wilayah administratif, yakni Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Batik pekalongan adalah napas kehidupan sehari-sehari warga Pekalongan. Ia menghidupi dan dihidupi warga Pekalongan.

Meskipun demikian, sama dengan usaha kecil dan menengah lainnya di Indonesia, usaha batik pekalongan kini tengah menghadapi masa transisi. Perkembangan dunia yang semakin kompleks dan munculnya negara pesaing baru, seperti Vietnam, menantang industri batik pekalongan untuk segera mentransformasikan dirinya ke arah yang lebih modern.

Gagal melewati masa transisi ini, batik pekalongan mungkin hanya akan dikenang generasi mendatang lewat buku sejarah.

Ketika itu, pola kerja tukang batik masih sangat dipengaruhi siklus pertanian. Saat berlangsung masa tanam atau masa panen padi, mereka sepenuhnya bekerja di sawah. Namun, di antara masa tanam dan masa panen, mereka bekerja sepenuhnya sebagai tukang batik.

ZAMAN telah berubah. Pekerja batik di Pekalongan kini tidak lagi didominasi petani. Mereka kebanyakan berasal dari kalangan muda setempat yang ingin mencari nafkah. Hidup mereka mungkin sepenuhnya bergantung pada pekerjaan membatik.

Apa yang dihadapi industri batik pekalongan saat ini mungkin adalah sama dengan persoalan yang dihadapi industri lainnya di Indonesia, terutama yang berbasis pada pengusaha kecil dan menengah.
Persoalan itu, antara lain, berupa menurunnya daya saing yang ditunjukkan dengan harga jual produk yang lebih tinggi dibanding harga jual produk sejenis yang dihasilkan negara lain. Padahal, kualitas produk yang dihasikan negara pesaing lebih baik dibanding produk pengusaha Indonesia.
Penyebab persoalan ini bermacam-macam, mulai dari rendahnya produktivitas dan keterampilan pekerja, kurangnya inisiatif pengusaha untuk melakukan inovasi produk, hingga usangnya peralatan mesin pendukung proses produksi.

BATIK INDONESIA JADI WARISAN BUDAYA DUNIA

Tanggal 2 oktober 2009 oleh UNESCO, batik diresmikan sebagai salah satu warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia. Dengan diresmikannya batik sebagai warisan budaya dunia asal Indonesia, maka secara otomatis dunia telah mengakui bahwa batik adalah milik bangsa Indonesia.

Sekarang Bangsa Indonesia tidak perlu khawatir lagi akan klaim bangsa atau negara lain terhadap batik. Karena secara resmi batik telah tercatat sebagai sebuah karya seni budaya yang asli berasal dari Indonesia.

Batik Indonesia, Warisan Budaya Dunia

Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan karya seni budaya, dan batik hanya salah satunya. Oleh karena itu, diresmikannya batik sebagai sebagai milik bangsa Indonesia yang sekaligus sebagai warisan budaya dunia, kita jangan lantas puas sampai di situ, karena masih banyak karya seni budaya bangsa kita yang wajid untuk dilindungi. Salah satunya dengan cara dipatenkan.

Dengan dipatenkan-nya seluruh karya seni budaya bangsa kita (Indoneisia), maka kekhawatiran akan klaim bangsa lain terhadap segala jenis karya seni budaya bangsa kita, tidak akan terjadi lagi.

Semoga ada lagi karya seni budaya Indonesia lainnya yang masuk daftar warisan budaya dunia. Amin!

SURABAYA _ 2 Oktober tahun ini merupakan tahun yang bersejarah bagi bangsa Indonesia, karena pada tahun ini Batik telah dicanangkan oleh UNESCO sebagai salah satu warisan seni budaya (cultural heritage) bangsa Indonesia. Kesempatan ini pula meresmikan 2 Oktober kemarin sebagai hari Batik Nasional.

Momen ini banyak dijadikan oleh banyak kalangan untuk mengenakan batik. Dari kalangan universitas, hotel, perkantoran hingga instansi pemerintah tentunya. Seperti Universitas Ciputra dengan kegiatan “Sewu Wong Batikan” (seribu orang berbatik) atau Universitas PETRA yang melakukan pawai pendek dengan peserta berbatik. Beberapa swalayan juga terlihat para pegawainya menggunakan batik. Hal ini merupakan mafestasi dari rasa gembira atas pengukuhan UNESCO tersebut.